Rabu, 17 Juli 2013

Introduction of Web Indexing

Pada postingan ini saya ingin menyampaikan tentang konsep dan desain mesin pencari (Search engine) dengan hubungannya dengan Web Indexing. Secara umum model indexing ini mencakup: model dan arsitektur.

Objektif dari topik ini adalah mempelajari hal-hal sebagai berikut:
1. Anatomi mesin pencari:
  • Struktur web
  • Konsep dan teori
  • Algoritma dan model pengolahan informasi
  • Arsitektur perangkat lunak dan material
2. Praktek dan implementasi


Struktur Web
Secara umum struktur web adalah seperti gambar di bawah ini.

Gambar 1. Struktur Web [2]


Crawling the web
Proses crawling adalah suatu pekerjaan yang menantang dimana crawler harus dapat membaca dan mengambil informasi dari berbagai sumber web. Crawler adalah sebuah program yang digunakan untuk membaca dan mengambil informasi dari berbagai sumber dan dikumpulkan ke dalam index untuk keperluan search engine [3].

Secara umum crawler terdiri dari tiga proses utama, yaitu:

1. Inisialisasi
  • S0: kumpulan URL yang didownload. Semua element S0 ditempatkan dalam sebuah file tunggu Q berdasarkan prioritas
 2. Iterasi
  • ambil  element pertama dari Q
  • download halaman yang terkorespondensi
  • halaman yang didownload yang berisi URL baru diekstraksi
  • masukkan URL baru ke dalam Q
3. Kondisi stop
  • kondisi di mana Q adalah kosong
  • kondisi memori mencapai limit
  • jumlah URL yang didownload sudah mencapai maksimal

Bagaimanakah strategi crawler dalam memilih halaman (page), dan apa saja petunjuk penting dalam memilih sebuah page?. Ikuti postingan selanjutnya.


Bersambung ...


Referensi:
[1] Lecture of Prof. Dr. Pierre François MARTEAU: Modèles et Architectures de Recherche, Filtrage et Classification d'informations. Université de Bretagne Sud. 2012-2013
[2] http://www2006.org. Diakses tanggal 16 Juli 2013 
[3] http://searchsoa.techtarget.com/definition/crawler.
Diakses tanggal 17 Juli 2013



(Suntingan dan/atau terjemahan tulisan Copyright (c) 2013 Mohammad Yani)

Selasa, 16 Juli 2013

Introduction of Software Engineering

Software Engineering digunakan oleh Software Engineer biasanya untuk menemukan dan menyelesaikan beberapa permasalahan/isu yang muncul pada saat pembuatan perangkat lunak (Software). Secara garis besar ada beberapa isu dalam software engineering yaitu:
  1. Memahami konteks bisnis
  2. Membuat keputusan tentang kebutuhan/requirement
  3. Menganalisis masalah
  4. Mempertimbangkan beberapa solusi desain
  5. Menentukan bagaimana mengorganisasi kode program
  6. Memastikan program cukup handal dan kuat
  7. Menginstalasi perangkat lunak pada perangkat keras (hardware) klien
  8. Melatih pengguna (user) bagaimana menjalankan program
  9. Melakukan fiksasi terhadap kesalahan-kesalahan di atas.
Secara umum siklus dalam software engineering adalah seperti tampak pada gambar berikut ini.

Gambar 1. Siklus Umum Software Engineering [1]

Lalu kemudian pertanyaannya adalah "apa yang membuat software engineering berbeda?". Ada beberapa alasan yang mendasar dari software engineering:
  1. Software Engineering adalah tidak hanya tentang pemrograman (programming)
  2. Software Engineering adalah merupakan deal dengan konsep, tools, dan teknik untuk membantu kita dalam membuat perangkat lunak yang:
  • dapat mempertemukan persyaratan (requirement) dari stakeholder
  • Dikirim tepat waktu
  • Sesuai dengan anggaran (budget)

Namun bagaimanapun definisi dan objectif dari Software Engineering ini bergantung pada sudut pandang (perspective). Sudut pandang ini dibagi ke dalam dua perspektif secara umum yaitu:
  1. Sudut pandang Analyst; dan
  2. Sudut pandang pengembang (developer)

Lalu bagaimana perbedaan antara keduanya?. Ikuti postingan selanjutnya.

Bersambung ...


Referensi:
[1] Prof. Dr. Riri Fitri Sari, MM, M.Sc: Kuliah Software Engineering S2. UI. 2011



(Suntingan dan/atau terjemahan tulisan Copyright (c) 2013 Mohammad Yani)

Introduction of Web Semantic

Pada postingan pertama ini saya ingin memberikan bahasan tentang latarbelakang web semantic dan apa yang membedakan antara konsep web semantic dan web pada umumnya. Ada beberapa konsep dasar yang penting sehingga muncullah sebuah konsep yang disebut dengan Web Semantic.

1. Kondisi web saat ini (pen:tradisional)
  • Sebagian besar konten dari web saat ini adalah hanya cocok untuk konsumsi manusia
  • Berorientasi pada kebutuhan manusia saat ini seperti penyediaan informasi tentang katalog toko online, profil sejawat, dan lain-lain
Dari kondisi tersebut maka akan menimbulkan suatu permasalahan serius ketika kita menginginkan agar web kita dapat terakses dengan baik di mesin pencari (search engine). Secara garis besar kunci masalah dari web tradisional adalah tersimpul pada dua hal.

2. Kunci permasalahan dari web tradisional
  • Arti dari konten web tidak dapat diakses oleh mesin (lack of semantics)
  • Sangat sulit untuk membedakan arti dari dua kalimat, sebagai contoh:
 I am a professor of Computer Science.
 I am a professor of Computer Science, you may think. Well, .....


Untuk mengantisipasi dan memperbaiki konsep tersebut, ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan dalam web semantic.

3. Pendekatan Web Semantic
  • Merepresentasikan konten web dalam format yang mudah untuk diakses dan dipahami oleh mesin
  • Menggunakan teknik cerdas (intelligent technique) untuk mengambil keuntungan dari representasi konten
  • Web semantic secara berangsur-angsur akan meninggalkan konsep web yang ada, dan bukan berarti menjadi saingan dari WWW yang ada
Pendekatan ini agar konten web dapat dipahami/dikonsumsi tidak hanya oleh manusia akan tetapi juga oleh mesin (machine readable).

Bagaimanakah agar konten web dapat dibaca dan pahami oleh mesin?, dan apakah dampak dari web semantics ini. Ikuti terus postingan selanjutnya.

Bersambung ....


Referensi:
[1] Grigoris Antoniou and Frank van Harmelen: A Semantic Web Primer. MIT. 2004 
[2] Lecture of Dr. Frédéric RAIMBAULT: Web Semantique. Université de Bretagne Sud. 2012-2013 



(Suntingan dan/atau terjemahan tulisan Copyright (c) 2013 Mohammad Yani)

Senin, 01 Juli 2013

Daftar Publikasi

Publikasi Internasional:
  1. Muh. Ahyar, Mohammad Yani, Elfisa, Riri Fitri Sari: Comparison of Energy Efficiency and Routing Packet Overhead in Single and Multi Path Routing Protocols over S-MAC for Wireless Sensor Network. IEEE Computer Modeling and Simulation (EMS), 2012 Sixth UKSim/AMSS European Symposium (2012), p.406.411. Klik untuk Akses jurnal IEEE

Daftar Riset

  1. Asialog Saisie Numérique des Journaux de la Compagnie des Indes (Visualisation des Trajets avec Openstreetmap). Université de Bretagne-Sud. France. 2013
  2. Comparison of Energy Efficiency and Routing Packet Overhead in Single and Multi Path Routing Procotol over S-MAC for Wireless Sensor Network. Universitas Indonesia. Indonesia. 2012
  3. Mobile Digital Map for Tracing Route of Ship. Universitas Indonesia. Indonesia. 2011
  4. Kompilator-PS (Kompilator Pascal Sederhana) Sebagai Mesin Pengkompilasi Alternatif Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Versi 7.0. Universitas Mercu Buana. Indonesia. 2007